OLEH: ADITYA PANJI RAHMANTO
Pernahkah Anda mendengar Program Buku Murah yang digalangkan Departemen Pendidikan? Program tersebut, disosialisasikan dalam talkshow Special Dialog di Metro TV, pada hari Selasa (19/08/2008), pukul 20.00 WIB. Dengan nara sumber Menteri Pendidikan Bambang Sudibyo.
Sekedar saran, daripada anggaran Depdiknas dipakai untuk mensponsori program Special Dialog episode Program Buku Murah tersebut, lebih baik digunakan untuk benar-benar merealisasikan agar bangsa ini mencintai dan membudayakan membaca. Karena selama ini, harga buku yang selangit menjadi salah satu faktor penghalang budaya baca di Negara bendera Merah Putih.
Bagaimana Prof. DR. Bambang Sudibyo, MBA., merealisasikannya? Apakah dengan merazia dan menggusur pedagang buku kaki lima di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat?
Sadarkah Kisanak Para Menteri, Bapak Wapres dan Bapak Presiden, Kwitang adalah THE REAL CHEAP BOOK STORE? Masyarakat tidak peduli bahwa buku yang mereka beli adalah buku bajakan, warnanya kabur, hurufnya tidak jelas, cepat rusak, ataupun fotokopian. Yang terpenting adalah, bagaimana caranya menambah isi otak dengan beragam pengetahuan tanpa harus merogoh uang selipan di dompet, yang seharusya untuk uang saku hari esok dan lusa.
Jika kita berkunjung ke toko buku, bersiaplah dikejutkan dengan harga banderol yang notabene sulit dijangkau oleh mahasiswa, contohnya adalah saya sendiri. Alternatifnya adalah, pergi ke Kwitang, menyusuri kios-kios, bertanya-tanya, tawar-menawar, dan terjadilah transaksi buku yang diinginkan dengan harga terjangkau.
Disisi lain, Pemerintah setempat menindak lanjuti dan bertanggung jawab penuh atas THE REAL CHEAP BOOK STORE. Sebagian pedagang buku kali lima Kwitang yang terkena petertiban telah dialokasikan ke Proyek Senen dan JaCC (Jakarta City Center) Tanah Abang, Jakarta Pusat. Syukurlah.
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemda DKI Jakarta, semoga THE REAL CHEAP BOOK STORE tidak lagi terkena razia. Karena secara tidak langsung, para pedagang tersebut berkontribusi mencerdaskan bangsa.
Jika boleh saya bertanya kepada pihak berwenang, mengapa para pedagang tersebut dialokasikan? Kenapa mereka tidak dilarang lagi untuk berjualan, seperti halnya pedagang CD (Compact Disc) atau DVD (Digital Video Disc) bajakan? Saya yakin, apa yang ada di benak saya juga ada dalam benak Anda. Karena kita satu visi, ingin melihat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas. Oleh karena itu, realisasikan Program Buku Murah demi anak dan cucu Anda, dan lakukan dengan sepenuh hati.
ada buku murah dikwitang tuhh…
Komentar oleh diman ganteng — Desember 22, 2008 @ 2:07 pm |
setuju baget. program2 pemerintah yang se akan2 menguntungkan rakyat harus direalisasikan supaya bener2 nguntungin buat masyarakat dan ga cuma menuhin daftar anggaran yang ujung-ujungnya cuma masuk ke kantong orang – orang yang selayaknya dihormati tapi perilakunya ga lebih dari maling
Komentar oleh paulin — Januari 11, 2009 @ 1:21 pm |